Chris Donough

Chris adalah seorang warga Malaysia yang telah bekerja di industri kelapa sawit sejak tahun 1984, dengan fokus pada intensifikasi hasil melalui praktik terbaik, agronomi yang lebih baik, dan pemuliaan. Bersama Pamol Plantations (Kelompok Unilever), ia membantu mengembangkan benih Pamol DxP yang terbukti memiliki kandungan minyak terbaik di antara berbagai benih DxP Malaysia.

Pada tahun 1996, Chris bergabung dengan IJM Plantations untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) baru serta mengembangkan benih IJM DxP yang hingga kini masih digunakan secara eksklusif di perkebunan mereka di Malaysia. Pada tahun 2004, ia bergabung dengan grup perkebunan terkemuka IOI sebagai Research Controller.

Pada akhir tahun 2005, Chris memutuskan untuk menjadi konsultan dan bekerja bersama International Plant Nutrition Institute (IPNI). Sejak tahun 2006, ia mengelola proyek Best Management Practices (BMP) kelapa sawit IPNI di Indonesia, yang menunjukkan bahwa hasil Tandan Buah Segar (TBS) dapat meningkat 5–26% di perkebunan besar melalui penerapan BMP yang lebih baik.

Pada tahun 2016, Chris mulai bekerja dengan smallholders (petani kecil) Malaysia dalam proyek intensifikasi hasil IPNI yang didanai oleh Procter & Gamble (P&G). Saat ini, ia menjabat sebagai Penasihat Kelapa Sawit untuk Pusat Petani Kecil Berkelanjutan P&G di Malaysia. Sejak 2019, ia juga menjadi Penasihat Kelapa Sawit untuk proyek kesenjangan hasil petani kecil University of Nebraska Lincoln di Indonesia.

Chris tetap menjaga hubungannya dengan bidang pemuliaan kelapa sawit sebagai konsultan bagi produsen benih seperti KL Kepong (mantan IJM) dan IOI (2017–2020).